Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Murid Tunanetra melalui Media Komputer Bicara & Program Pembaca Layar

Bertolak belakang dengan kenyataan sekarang bahwa pembelajaran bahasa dengan asistensi komputer telah banyak digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa selama lebih dari 40 tahun, pembelajaran bahasa inggris di sekolah-sekolah luar biasa untuk tunanetra di indonesia masih tetap konvensional. Hanya dengan mengandalkan guru, siswa tunanetra sulit untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris-nya belum lagi mengingat betapa mahal dan tidak efektif belajar bahasa inggris hanya dengan mengandalkan braile. Sumber-sumber braile yang terbatas dan catatan-catatan sederhana dari guru dalam format braile dan guru bahasa inggris yang tidak memenuhi kualifikasi tidak mampu mendukung siswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris-nya.

Keberadaan CALL dengan alat pembaca teks menawarkan solusi atas kendala-kendala yang dihadapi oleh siswa tunanetra dalam mempelajari bahasa inggris. Mereka tidak perlu lagi mencetqak buku-bukunya menjadi lusinan buku braile yang besar dan tebal. Mereka tidak lagi bergantung pada orang awas untuk bertanya cara pengucapan kata-kata dalam bahasa inggris, dan untuk membaca dan menulis tulisan biasa. Dan yang paling penting, mereka mampu meningkatkan kemampuan berbahasa inggris-nya seraya perlahan-lahan belajar menjadi pembelajar yang mandiri.

Permasalahan-permasalahan tersebut mendorong penulis, yang juga merupakan seorang tunanetra, untuk melakukan penelitian tentang bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa inggris siswa tunanetra melalui CALL di SLB-A Pembangunan Nasional sebuah sekolah luar biasa untuk tunanetra yang berlokasi di daerah Lebak Bulus. Penelitian ini dilaksanakan selama hampir satu semester. Partisipan penelitian ini adalah 4 siswa tunanetra kelas 5 Sekolah Dasar. Siswa-siswa tersebut semuanya adalah pemula dalam pembelajaran bahasa inggris dan sebagian besar dari mereka bahkan belum pernah menyentuh keyboard komputer.

Untuk membantu penulis dalam mengumpulkan data, dia memutuskan untuk menggunakan pendekatan studi kasus sebagai metode penelitiannya. Penulis menggunakan variasi instrumen yang terdiri dari dokumentasi, observasi terlibat, dan wawancara guna mengumpulkan semua informasi penting. Metode dan instrumen tersebut digunakan untuk membantu penulis mengetahui bagaimana kemampuan berbahasa inggris siswa tunanetra dapat ditingkatkan melalui pembelajaran bahasa inggris dengan asistensi komputer.

Dengan kemampuan komputer yang amat terbatas, berdasarkan hasil temuan, siswa-siswa tersebut mendapati kemampuan bahasa inggris-nya meningkat. Mereka mampu meningkatkan pengucapan bahasa inggris-nya bahkan hingga 60%. Saat kegiatan menyimak, mereka mampu menangkap semua informasi rinci dan setelah mendengarkan beberapa kali lagi, mereka mampu menyebutkan ulang semua kalimat-kalimat yang mereka dengar. Mereka, selanjutnya, mampu menemukan semua ide-ide pokok sebuah teks bacaan yang mereka baca dengan menggunakan alat pembaca teks dan pada akhirnya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan pemahaman bacaan. Pada akhirnya, karena kemampuan komputer mereka telah bertambah, mereka mampu menulis dalam bahasa inggris dengan kesalahan yang jauh lebih sedikit dan beberapa bahkan tidak membuat kesalahan sama sekali.

Kirim e-mail untuk skripsi lengkapnya

Follow my twitter

add my facebook